Mukoddimah

Awalnya iseng-iseng saya browsing dan membaca blok teman yang belum lama juga saya kenal dia. Kemudian saya baca satu persatu apa yang dia tulis. Sekilas sih dia hanya terlihat sekedar ingin curhat tentang apa yang pernah ia alami dan menuangkan apa yang ada didalam pikirannya ke dalam blog tersebut. Namun, dibalik itu semua dengan pandai dia menyusupkan kata-kata hikmah yang dengannya si pembaca bisa mengambil pelajaran darinya. Aduhai, dengan begitu dia telah mengamalkan sabda Rosulullah, “Sampaikan yang dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari).
Saya juga ingat akan hadist riwayat Muslim dari Ali bin abi tolib Rosulullah bersabda, “Barang siapa yang Allah takdirkan seseorang itu mendapatkan hidayah melalui tangannya, maka hal itu lebih baik dari pada mendapatkan onta merah (red. harta yang paling megah).”

Akhirnya saya tertarik untuk mencoba menuliskan kedalam blok ini apa-apa yang telah Allah berikan ilmunya kepada saya, dengan mengikhlaskan niat hanya mengharapkan wajah Allah. Sebenarnya sudah lama saya iri kepada ihwan-ihwan sekalian yang telah menancapkan langkahnya untuk berusaha meraih ridho Allah dengan mengepakkan dan mengembangkan sayap mereka lebar-lebar untuk berdakwah hingga ke dalam dunia maya(internet) ini. Mereka telah memperlebar pundi-pundi amal mereka yang nantinya akan berguna bagi mereka dihari dimana tidak lagi berguna harta benda dan kedudukan yang ada di dunia melainkan hanya amal yang sholeh.

Dari sinilah latar belakang saya membuat blog ini. Dalam blog ini saya hanya mengikuti langkah teman saya tadi dengan menuliskan beberapa pengalaman yang pernah saya alami kemudian saya sisipkan sedikit kata-kata hikmah agar pembaca bisa mengambil pelajaran darinya. Tulisan ini hanyalah berkisar pada permasalahan-permasalahan yang sering saya alami dilingkungan para remaja, dilingkungan para mahasiswa, dan pelajar yang dulu juga sering saya alami sebelum mengenal agama dan sebelum mengenal sunnah2 nabi Muhammad SAW.

Karena keterbatasan ilmu yang saya miliki, dan banyaknya imam-imam yang meriwayatkan hadist sehingga terkadang saya lupa dengan siapa yang meriwayatkan hadist tersebut, mungkin ada beberapa hadist yang tidak saya cantumkan siapa periwayat hadistnya, agar tidak tertukar antara satu dengan yang lain. Namun, saya selalu berusaha memberikan keterangan tentang derajat hadist yang saya bawakan.

Tentunya saya sadar terhadap segala keterbatasan ilmu yang saya miliki. Jika terdapat kesalahan dalam apa-apa yang saya tuliskan saya minta ampun kepada Allah, dan mohon antum sekalian yang mengetahuinya mau dengan ikhlas segera memberitahukan kepada saya melalui email atau yang lainnya agar bisa rujuk dari kesalahan.

Ketika saya menulis sungguh saya tahu bahwa tangan ini akan hancur, saya juga yakin Allah akan menanyai dan meminta pertanggung jawaban atas tulisan ini.
Aduhai…apakah kiranya yang bisa aku katakana nanti…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.